keterampilan konseling mikro dan praktik

Nama Mahasiswa                                  : Hafid Sukron

NIM                                                       : D032308024

Mat KuL                                                : Keterampilan dasar Konseling Microcounseling

Dos. Pembimbing                                   : Drs. Bambang Hidup Mulyo, M.Pd

 

Opening

Arti

Pembukaan adalah ketrampilan membuka atau memulai wawancara  konseling    dalam  hubungan  konseling.

Bentuk

  1. 1.      Penyambutan

secara  lisan, misalnya  memberi  atau  menjawab  salam,  mempersilahkan  duduk,  menyebut  nama konseli;

rapport.  (2)dengan tanpa lisan, misalnya segera membuka pintu setelah mendengar ketukan pintu, menjabat  tangan  dengan  senyum  ceria,  mendampingi  konseli  menuju  tempat  duduk.

  1. 2.      Topic  netral, berupa  pembicaraan yang  bersifat  umum  dan  tidak  menyinggung  perasaan  konseli  (misalnya:  berupa kejadian-kejadian hangat, hobi, gambar, keluarga)

Tujuan

Opening dalam kegiatan konseling disebut juga dengan teknik rappot. Teknik  ini  berarti  suatu  kondisi  saling  memahami  mengenai  tujuan  bersama.  Tujuan  utama teknik rapport adalah untuk menjembatani huhungan antara konselor dengan konseli.

Kapan

Pada awal saat siswa datang ke ruang Bimbingan dan konseling

Mengapa

Untuk membangun hubungan sehingga ntercipta  suasana  hubungan  yang  akrab  yang  ditandai  dengan  saling mempercayai

Acceptance

Materi

Unsur

Acceptance

Arti

Acceptance merupakan teknik yang digunakan konselor unluk menunjukkan minat dan pemahaman terhadap hal-hal yang dikemukakan konseli. Acceptance atau penerimaan artinya menerima apa adanya, menerima pribadi klien sebagai suatu keseluruhan.Sebaliknya  membenarkan (menyetujui) atau tidak menyetujui segi-segi kepribadian atau  kelakuan seorang klien, bukan merupakan bentuk penerimaan.

Bentuk

Ada dua bentuk Acceptance, yaitu

  1. Lisan / Verbal
    1. Bentuk Panjang
  • Saya memahami…
  • Saya mengerti……
  • Saya dapat merasakan…
  • dll
  1. Bentuk Pendek

Seperti: teruskan. ….., terus, oh…..ya,    dll

Catatan:  Kata-kata perasaan ini penggunaannya disesuiakan dengan isi pesan yang diungkapkan klien

  1. Non verbal

Bahasa tubuh (postur): misalnya cara duduknya…

Gestural ( ekspresi wajah, anggukkan kepala, gerakan tangan…)

Tujuan

menunjukkan kedekatan daripada sikap dan menunjukkan tingkat keterbukaan dan  ketulusan  hati  konselor

Kapan

Pada awal saat siswa datang ke ruang Bimbingan dan konseling

Mengapa

Untuk membangun hubungan  lebih dekat dengan konseli sehingga tercipta  suasana  hubungan  yang  akrab  yang  ditandai  dengan  saling mempercayai.

Structuring

Materi

Unsur

Structuring

Arti

            structur atau  teknik  penstrukturan  adalah  teknik  dimana  konselor menjelaskan  arti,  keterbatasan.  peranan  konselor,  tujuan  dan  kerahasiaan  dalam hubungan konseling

Bentuk

teknik structuring, konseli mendapatkan kerangka kerja konseling, sehingga konseli mendapatkan gambaran yang jelas tentang arah konseling dan  bagaimana  konseli  ikut  terlibat  di  dalamnya, adapun bentuk dari teknik structuring

  1. 1.      Time  limit  atau  pembatasan  waktu

Dalam  konseling,  konselor  dan  konseli  bcrsama-sama  membuat  kesepakatan  waktu.  Dalam  hal  ini  konselor  juga  harus menyatakan  pada  awal  pertemuan,  berapa  lama  konseling  akan  berlangsung

  1. 2.      Action limit atau pembatasan tindakan

Pembatasan tindakan di sini mengacu pada batas-batas  tindakan  yang  boleh  ataupun  yang  tidak  boleh  dilakukan.

  1. 3.      Role  limit  atau  pembatasan  peran

Konselor  menjelaskan  peranannya  dalam huhungan konseling

  1. 4.      Problem  limit  atau  pembatasan  masalah

Masalahmasalah  yang  dibahas  dalam konseling yang sebaiknya didahulukan adalah masalahmasalah yang paling mendesak untuk  di  pecahkan

Tujuan

Dengan menggunakan teknik structuring, konseli mendapatkan kerangka kerja konseling, sehingga konseli mendapatkan gambaran yang jelas tentang arah konseling dan  bagaimana  konseli  ikut  terlibat  di  dalamnya.

Kapan

Pada awal saat konseli mulai bercakap-cakap dengan konselor setelah topic netral

Mengapa

Untuk menjelaskan  kepada  konseli  apa  yang  diharapkan  dari  proses konseling karena dengan Structuring  memberikan  kerangka  kerja  atau  orientasi  terapi  kepada konseli  atau  penetapan  batasan  konseling.

Reflection of feelings (Pemantulan Perasaan)

Materi

Unsur

Reflection of feelings (Pemantulan Perasaan)

Arti

reflection  of  feeling  atau  pemantulan  perasaan  klonseli  adalah  suatu  respon  yang dibuat       oleh      konselor dengan ungkapan kata-katanya sendiri untuk mengkomunikasikan  perasaan  konseli,  baik  verbal  maupun  non  verbal.

Bentuk

Menyadari  bahwa  konselor  tidak  yakin  benar  akan  ketepatan  kata-kata  sifat  yang  dikemukakan,  maka  bentuk  pemantulan  perasaan  biasanya  didahului  dengan  kata-kata, seperti: (1) agaknya,  (2) rupa-rupanya,  (3) barangkali,  (4) nada-nadanya, (5) kelihatannya, (6) sepertinya,

Tujuan

Reflection  of  feeling  membantu  konseli  untuk  merasa  dipahami  secara mendalam

Kapan

Pada sesi awal atau tengah pada saat Bimbingan dan konseling atau kondisional menyesuaikan ungkapan kata-kata oleh klien

Mengapa

Untuk ; (a)  membantu  individu  untuk  merasa  dipahami  secara mendalam,  (b)  konseli  merasa  bahwa  perasaan  menyebabkan  tingkah  laku,  (c) memusatkan  evaluasi  pada  konseli,  (d)  membeni  kekuatan  untuk  memilih,  (e) memperjelas cara berfikir konseli

Reflection of Meaning (Pemantulan Makna )

Materi

Unsur

Reflection of Meaning (Pemantulan Makna )

Arti

Pemantulan  makna  adalah  konselor  memantulkan  berkenaan  dengan  pikiran, perasaan  dan  sikap  yang  ada  di  balik  pengalaman  hidup  yang  dinyatakan  konseli (dilihat dari perspektif konseli bukan  perspektif konselor)

Bentuk

Contoh bentuk  pemantulan makna Misalnya:

“ Apakah maknanya hal itu bagi Anda?”, , “Apakah nilai-nilai yang ada  di  belakang  tindakan  Anda?”

Tujuan

Dengan pemantulan makna maka  konselor  dapat mengharapkan  konseli  untuk  menggali  lebih  dalam  aspek-aspek  dari  pengalaman hidupnya

Kapan digunakannya

Pada sesi tengah pada saat Bimbingan dan konseling atau kondisional menyesuaikan ungkapan kata-kata oleh klien

Mengapa

diharapkan  bahwa  konseli  akan  mendiskusikan  cerita,  isu  dan  masalah  secara  lebih dalam  dengan  menekankan  pada  makna,  nilai  dan  pemahaman  yang  mendalam  di balik cerita tersebut

Restatement (Pengulangan)

Materi

Unsur

Restatement (Pengulangan)

Arti

restatement  adalah  suatu ulangan  dari  pikiran  atau  perasaan  konseli  yang  penting  yang  diungkapkan  konseli sebelumnya

Bentuk

Bentuk kata Restatement (Pengulangan)variatif menyesuaikan konseli, sebagi contoh;

Conseli :     “Saya kalau membantu uang belum pernah. Tapi waktu kami sehat saya sering memberi jajan dan temanku ini saya ajak makan bersama. Tidak tega saya makan sendiri di tempatnya, sedangkan dia memang tidak mempunayi uang”

(kata yang dianggap penting/ clue-nya :

Conselor:     Tidak tega?”

Tujuan

untuk  mengecek persepsi konselor sendiri, tujuannya untuk meyakinkan bahwa konselor mengerti apa yang digambarkan konseli dan bisa juga untuk  merealisasikan  komentar  konseli  dengan  mengulang  apa yang  telah  konseli  katakan  dalam  cara-cara  yang  lebih  tepat

Kapan

Pada sesi tengah pada saat Bimbingan dan konseling atau kondisional menyesuaikan ungkapan kata-kata oleh klien

Mengapa

memberikan  umpan  balik  kepada  isi  dari  pernyataan  konseli  dengan  kata-kata  yang berbeda

 

Clarification

Materi

Unsur

Clarification

Arti

Clarification  adalah  ketrampilan  konselor  mengungkapkan  kembali  isi

prnyataan kilen dengan menggunakan kata-kata konselor sendiri yang baru dan segar.

Bentuk

Bentuk kata Clarification biasanya didahului dengan kata-kata pendahuluan, misalnya:

     pada dasarnya … 

     pada pokoknya …… 

     pada intinya ……… 

Tujuan

untuk  mengecek persepsi konselor sendiri, tujuannya untuk meyakinkan bahwa konselor mengerti apa yang digambarkan konseli .

Kapan

Pada sesi tengah pada saat Bimbingan dan konseling atau kondisional menyesuaikan percakapan

Mengapa

memberikan  umpan  balik  kepada  isi  dari  pernyataan  konseli  dengan  kata-kata  yang berbeda sehingga dapat menegaskan masalah.

Paraphrasing (Parafrase)

Materi

Unsur

Paraphrasing (Parafrase)

Arti

Pengertian:  konselor  menyatakan  kembali  pernyataan  konseli  dengan  kata-katanya  sendiri  (isi  tidak  boleh  berubah,  harus  cepat  dan  tepat,  bisa  menggunakan kata-kata  penerimaan  atau  pengulangan).

Bentuk

Bentuk parafrase  ini,  biasanya  digunakan  awal  kalimat ;

1). singkatnya, 2). pada intinya, 3). boleh dikatakan….

Tujuan

konselor  menegaskan  apa  isi  pokok  (esensi) dari  pernyataan  konseli.

Kapan

Pada sesi tengah pada saat Bimbingan dan konseling atau kondisional menyesuaikan percakapan

Mengapa

Paraphrasing    dilakukan  sebagai  tanda bahwa  konselor  mendengarkan.

Confronting (Konfrontasi)

Materi

Unsur

Confronting (Konfrontasi)

Arti

konfrontasi  adalah    ketrampilan  konselor  untuk menunjukkan  adanya  kesenjangan,  diskrepensi,  atau  inkongruensi  dalam  diri  konseli dan  kemudian  konselor  mengumpanbalikkan  kepada  konseli.

Bentuk

Bentuk bervariasi sesuai percakapan, sebagai contoh berikut ini ;

Conseli.:      “Sebenarnya  sih  saya  belum  pindah sekolah  karena  sekarang  ini  cari sekolah itu susah. Kalau saya tidak pindah teman sekelas saya itu  semakin  besar  kepala.  Saya  mengalah  terus,  lagian  saya  harus mengalah terus.

Conselor.: “anda  ingin  tetap  tinggal  di  sekolah,  anda  tidak krasan karena perlakuan teman anda itu”.

Tujuan

Tujuannya Confronting adalah untuk membantu proses perkembangan konseli  yang  sementara  ini  nampak  terganggu  oleh  adanya  kesenjanagan  tersebut.

Kapan

dapat digunakaan apabila hubungan antara konselor dan konseli sudah  terbina  dengan  baik  dan  sudah  mencapai  kepercayaan,  jika  tidak  justru  terjadi resistensi di pihak konseli

Questioning (Teknik Bertanya)

Materi

Unsur

Questioning (Teknik Bertanya)

Arti

Tehnik bertanya: tehnik  untuk mengarahkan pembicaraan konseli

Bentuk

Bentuknya ada dua  yaitu  1) Pertanyaan terbuka, pertanyaan yang memberikan kesempatan pada konseli uniuk mengelaborasi, mengeksplorasi atau memberikan jawaban dari berbagai kemungkinan sesuai dengan keinginan konseli. Kata tanya yang dipergunakan:  “apa”, “mengapa”,  “dimana”,  “kapan”,  dan  “bagaimana”  (what,  where,  when,  dan  how). Konsekuensi  yang  diharapkan  bahwa  konseli  akan  menjawab  pertanyaan  terbuka secara  lebih  detail;  2).  Pertanyaan  tertutup,    adalah  perlanyaanyang  membatasi konseli  untuk  memberikan  suatu  jawaban  yang  spesifik  atau  tertentu.  Dengan pertanyaan  tertutup  ini,  konseli  biasanya    hanya  memberikan  jawaban  “ya”  atau “tidak”

Tujuan

1).  Pertanyaan membantu  memulai  percakapan,  2).  Pertanyaan  terbuka  akan  membantu mengelaborasi  dan  memperkaya  cerita  konseli,  3).    Pertanyaan  membantu mengungkap  dunia  spesifik-konkrit  konseli

Kapan

dapat digunakaan pada sesi awal atau tengah dan menyesuaikan percakapan

Reassurance (Penguatan)

Materi

Unsur

Reassurance (Penguatan)

Arti

Reassurance  adalah  teknik  yang  dipergunakan  untuk  memperkuat  atau mendukung  pernyataan  positif  konseli  agar  iamenjadi  lehih  yakin  dan  percaya  diri

Bentuk

(a)  Prediction  reassurance  (penguatan  prediksi),  yaitu  penguatan  yang  dilakukan konselor  terhadap  pernyataan  konseli  yang  berisi  rencana  positif  yang  akan dilaksanakan,  Contoh:  ”Bagus,  apabila  anda  mau  menolong  teman  anda,  kemungkinan  besar mereka  juga  akan  menolong  Anda”;  Jika  benar-benar  Anda  lakukan rencana itu, ….maka” (prediksi). 

(b) Postdiction reassurance (penguatan postdiksi) yaitu penguatan konselor lerhadap tingkah laku positif yang telah dilakukan klien dan tampak hasilnya.

(c) Factual  reassurance  (penguatan  faktual)  yaitu  penguatan  yang  dipergunakan konselor  untuk  mengurangi  beban  penderitaan  psikologis  (pengalaman yang  tidak  menyenangkan)  konseli,  karena  pengalaman  demikian  tidak hanya konseli sendiri yang mengalaminya, akan tetapi akan dialami oleh semua  orang.  Penguatan  ini  lebih  bersifat  menghibur  konseli  dengan tujuan agar beban yang dialami oleh konseli menjadi berkurang. Contoh:  Pada  saat  konseli  mengalami  musibah,  misalnya,  konselor  dapat membantu  meringankan  beban  konseli  dengan  memberikan  dukungan faktual  bahwa  apa  yang  dialami  konseli  juga  dapat  dialami  oleh  orang lain dan merasakan seperti apa yang dirasakan konseli saat ini

Tujuan penggunaan

konseli akan  mampu    mengantisipasi  secara  lebih  baik  konsekuensi  dari  perbuatan  dan perubahan  pikiran,  perasaan  dan  perilakunya.  Setidak-tidaknya  konseli  akan memahami dampaknya bagi dirinya

Kapan digunakannya

dapat digunakaan pada sesi tengah dan menyesuaikan percakapan

Summary (Ringkasan)

Materi

Unsur

Summary (Ringkasan)

Arti

summary  adalah teknik             yang     dipergunakan     konsetor untuk menyimpulkan   hal-hal yang dikomunikasikan  selama  session  bantuan  dan  hal-hal  tersebut  merupakan  bagian-bagian yang penting

Bentuk

Summary  dibedakan  menjadi  dua,  yaitu:  (1)  kesimpulan  bagian,  dan  (2)  kesimpulan  akhir.  Kesimpulan  bagian  dibuat  pada  percapakan  konseli  dan  konseloryang  dipandang  telah  sampai  pada  titik  penting,  dan  dibuat  dengan  menggunakan kata-kata,  seperti:     “untuk  sementara  ini….”,  “sejauh  percakapan  kita  ini…..”,“sampai  saat  ini…”.  Kesimpulan  akhir  dibuat  setelah  konselor  menganggap  bahwa percapakan  telah  sampai  pada  titik  akhir  Simpulan  akhir  merupakan  review  dari keseluruhan wawancara pada suatu sesi konseling. Dalam membuat kesimpulan akhir, biasanya  menggunakan  kata-kata  pendahuluan,  seperti:“dari  awal  dan  akhir percakapan  kita,  maka  dapat  disimpulkan….”, 

Tujuan

Summary         bermanfaat  sangat  penting  bagi  konselor  dan  konseli,  karena memberi  kesempatan  berpartisipasi  pada  keduanya.  Selain  itu summary sangat penting untuk mengakhiri satu bagian atau bagian pertama yang kemudian dilanjutkan pada  bagian  berikutnya  dan  juga  memberikan  kesempatan  bagi  konselor  untuk mendorong konseli mengutarakan perasaannya mengenai proses konseling

Kapan

dapat digunakaan pada sesi tengah atau akhir dan menyesuaikan percakapan

Advice (pemberian Nasehat)

Materi

Unsur

Advice (pemberian Nasehat)

Arti

Advice  adalah  ketrampilan  konselor  untk  memberikan  informasi/nasehat

kepada  konseli  agar  ia  menjadi  lebih  jelas/lebih  pasti  mengenai  apa  yang  hendak dilakukan

Bentuk

Ada 3 jenis Advice , yaitu:

(1) direct advice, diberikan jika konseli tidak tahu  sama sekali, atau pemberian nasehat secara langsung bagi permintaan konseli berupa fakta, yang dia sama sekali tidak mempunyai informasi tentang hal itu. Misalnya  konseli  menanyakan  suatu  informasi  yang  tidak  diketahuinya  kepada konselor  dan  kebetulan  konselor  tidak  tahu,  misalnya  informasi  mengenai  kegiatan ekstrakurikuler, maka respon konselor: “Kebetulan ibu tidak tahu mengenai informasi itu,  maka  sebaiknya  Anda  datang  langsung  kesekretariat  kegiatan  ekstra  yang  Anda maksudkan”.

(2)    persuasive  advice  atau  nasehat  persuasive,  diberikan  jika  konseli sudah mengetahui alasan-alasan logis atas rencananya.  Misalnya  konseli  menceritakan  mengenai    keadaannya,  bahwa  dia    tidak  kerasan

tinggal  ditempat  kosnya  karena  dia  tidak  bisa  konsentrasi  belajar, dengan mengemukakan berbagai alasan,  maka respon konselor:  “Berdasarkan alasan-alasan yang  anda  kemukakan  maka  bagus,  bila  rencana  itu  dilaksanakan”.

(3)  alternative advice atau  nasehat  alternatif, diberikan  setelah  konseli  mengetahui  kelebihan  dan kelemahan dari setiap alternatif tindakan yang akan diputuskan

Tujuan

diharapkan  dari  advice  ini  adalah    jika  advice  diterapkan secara  efektif  dan  bekerjasama,  konseli  akan  menggunakan  informasi  baru  untuk memikirkan perbuatan dengan cara-cara baru pula

Kapan

dapat digunakaan pada sesi tengah atau akhir dan menyesuaikan percakapan

Rejection (Penolakan)

Materi

Unsur

Rejection (Penolakan)

Arti

Rejection         atau  penolakan  adalah  ketrampilan  konselor  melarang  konseli  menlanjutkan  atau  melaksanakan  rencana  tindakan  yang  patut  diduga  besar kemungkinannya membahayakan atau merugikan pihak laian dan atau dirinya sendiri.

Bentuk

Bentuk Rejection  atau  penolakan  ada dua yakni secara  tersamar  dan  langsung.

Penolakan  tersamar,  penolakan  ini  diberikan  dengan  tujuan  untuk  memberi kesempatan  pada  konseli  agar  memikirkan  kembali  rencana  yang  akan  dilakukanya, misalnya:  “Coba  pikirkan  masak-masak  empat  lima  kali  lagi,  sebelum  Anda melakukan  rencana  itu”.

Penolakan  langsung,    penolakan  ini  diberikan  kepada konseli  jika  konseli  benar-benar  mempunyai  rencana  yang  akan  membahayakan dirinnya sendiri atau konselor menyatakan secara langsung sikapnya yang tidak setuju atas  rencana  konseli,  misalnya:  “Jangan  sampai  Anda  melakukan  renca  itu,  karena akibatnya akan pasti merugikan diri Anda dan orang tua Anda”.

Tujuan

Konselor dapat merencana  tindakan  yang  patut  diduga  besar kemungkinannya membahayakan atau merugikan pihak laian dan atau dirinya sendiri

Kapan

dapat digunakaan pada sesi tengah atau akhir dan menyesuaikan percakapan

Termination

Materi

Unsur

Termination

Arti

Termination merupakan teknik yang dipergunakan konselor untuk mengakhiri wawancara konseling, baik mengakhiri untuk dilanjutkan pada pertemuan berikutnya maupun mcngakhiri karena wawancara konseling betul-betul tclah berakhir

Bentuk

Brammer  (1987) mengemukakan cara-cara mengakhiri konseling, antara lain: (1) Merujuk pada keterbatasan  waktu  yang  telah  disepakati  bersama.

(2) Meringkas  atau  merangkum

(3)  Merujuk  pada  waktu  yang  akan  datang.  , misalnya “ Waktu kita hampir habis, kapan kamu ingin kembali lagi ?“.

(4) Berdiri. Berdiri merupakan persyaratan teknik  persuasif  untuk  mengakhiri  konseling,  maka  konselor  dapat  berdiri  yang mengisyaratkan  hahwa  konseling  telah  berakhir,  dan  hal  ini  dapat  dilakukan  secara lemah  lembut  sebelum  konselin  mempunyai  kesempatan  untuk  pindah  kepada  topik lain.

(5) Gerak isyarat halus. Gerak isyarat halus ini bisa di lakukan dengan melihat jam tangan atau jam dinding

Tujuan

untuk mengakhiri wawancara konseling, baik mengakhiri untuk dilanjutkan pada pertemuan berikutnya maupun mcngakhiri karena wawancara konseling betul-betul tclah berakhir

Kapan

dapat digunakaan pada sesi tengah atau akhir dan menyesuaikan percakapan

Focusing (Pemusatan)

Materi

Unsur

Focusing (Pemusatan)

Arti

Pemusatan  adalah  ketrampilan  konselor  yang  memungkinkan  mengarahkan  arus  pembicaraan  konseli  ke  arah  daerah  atau  bidang  yang  konselor  inginkan

Bentuk

Ada beberapa focusing yang dapat dilajkukan oleh konselor, yaitu:

Pemusatan terarah kepada:

a)      Klien: ”Tom, Anda mengatakan bahwa Anda  mengkhawatirkan masa depan Anda  mengenai…..”

b)      Tema atau masalah: “ Ceritakanlah lebih lanjut mengenai ketidakberhasilan Anda, Bagaimana hal itu bisa terjadi?”.

c)      Konteks  lingkungan/cultural:  “Sekarang  angka  pengganguran sangat  tinggi.  Dalam  keadaan  ini  jenis  pekerjaan  apa  yang  mungkin  masih  terbuka  untuk Anda?”.

d)      Orang  lain:  “  Roni  telah  membuat  kamu  menderita.  Terangkan  tentang  dia,  dan apa yang telah dilakukannya?”.

e)      Topik:  “Pengguguran  kandungan?”.  Kamu  memikirkan aborsi?”  Sebaiknya pikirkan masak-masak dengan berbagai pertimbangan!”

Tujuan penggunaan

Focusing         dapat  membantu  konseli  untuk  memusatkan  perhatian  pada  pokok pembicaraan

Kapan digunakannya

dapat digunakaan pada sesi tengah atau akhir dan menyesuaikan percakapan
  1.  Minimal Encouragement (Dorongan minimal)
Materi

Unsur

Minimal Encouragement (Dorongan minimal)

Arti

Minimal Encouragement adalah  suatu dorongan langsung yang singkat terhadap apa yang  telah  dikatakan  konseli  Dorongan  singkat  ini  dapat  menggunakan  kata-kata

Bentuk

menggunakan  kata-kata  seperti, oh…., ya…, terus…, lalu…, dan…,

misalnya :

Konseli  :  “ Saya kehilangan pegangan…dan….saya…berbuat…”

Konselor:  “Ya..”

Tujuan

tujuan nya untuk  meningkatkan eksplorasi  diri  pada  diri  konseli.  Penggunaan  minimal  encouragement  ini  harus seselektif  mungkin,  yaitu  memilih  saat  konseli  akan  mengurangi  atau  menghentikan pembicaraan,  saat  dia  kurang  memusatkan  pikirannya  pada  pembicaraan,  dan  saat konselor ragu terhadap pembicaraan konseli

Kapan

dapat digunakaan pada sesi tengah atau akhir dan menyesuaikan percakapan

Exporation (Eksplorasi)

Materi

Unsur

Exporation (Eksplorasi)

Arti

Adalah suatu ketrampilan konselor untuk menggali perasaan pengalaman, dan pikiran konseli

Bentuk

Ada  3  jenis  eksplorasi:

(1)  eksplorasi  perasaan,  yaitu ketrampilan  untuk  menggali  perasaan  konseli  yang  tersimpan.  Misalnya:  “Bisakah Anda menjelaskan apa perasaan bingung yang dimaksudkan (2)  Eksplorasi    pengalaman,  yaitu  ketrampilan  konselor  untuk  menggali pengalaman-pengalaman yang dilalui oleh konseli. Misalnya: “Saya terkesan dengan pengalaman  yang  Anda  lalui.  Namun  saya  ingin  memahami  lebih  jauh  tentang pengalaman tersebut  dan pengaruhnya terhadap pendidikan Anda”. 

(3)  Eksplorasi pikiran, yaitu ketrampilan konselor untuk menggali ide, pikiran dan pendapat konseli Misalnya: “ Saya yakin Anda dapat menjelaskan lebih jauh ide Anda tentang sekolah sambil  bekerja”. “Saya  kira  pendapat  Anda  mengenai  hal  ini  baik  sekali.  Dapatkan Anda menguraikan lebih lanjut?”

Tujuan

menggali perasaan pengalaman, dan pikiran konseli karena kebanyakan konseli menyimpan rahasia batin, menutup  diri,  atau  tidak  mampu  mengemukakan  pendapatnya    dengan  terus  terang.. Mungkin dia hadir dengan terpaksa, sehingga enggan untuk mengemukakan perasaan atau pikirannya

Kapan

dapat digunakaan pada sesi tengah atau akhir dan menyesuaikan percakapan

Directing (Mengarahkan)

Materi

Unsur

Directing (Mengarahkan)

Arti

Directing         adalah  suatu  ketrampilan  konseling  yang  mengatakan  kepada konseli  agar  dia  berbuat  sesuat,  atau  dengan  kata  lain  mengarahkannya  agar melakukan sesuatu

Bentuk

Misalnya meminta konseli untuk bermain peran dengan konselor, atau mengkhayalkan sesutau.

Misalnya:

Konseli  :  “  ayah  saya  sering  marah-marah  tanpa  sebab,  saya  tidak  dapat  lagi menahan diri. Akhirnya terjadi pertengkaran sengit”.

Konselor: “

Dapatkah Anda memerankan di depan saya bagaimana sikap dan kata-kata

ayah Anda jika memarahi Anda?”.

Tujuan penggunaan

Memberikan arahan kepada konseli agar lebih memahami masalhah yang di hadapi

Kapan digunakannya

dapat digunakaan pada sesi tengah atau akhir dan menyesuaikan percakapan

Santet, jaran goyang budaya masyarakat using

Wagiran

10-15-2010, 05:31 PM
Apa yang anda pikirkan jika saya katakan “santet” di depan anda?. Saya yakin jawabanya adalah Banyuwangi, Jaran Goyang, balas dendam, atau bahkan pembunuhan. Ya…santet tidak lepas dari Banyuwangi, bahkan mungkin bisa di katakan identik dengan Kabupaten yang terletak di ujung paling timur pulau jawa ini. Dan umumnya, santet mempunyai streotipe yang buruk di kalangan luar masyarakat Banyuwangi (atau bahkan mungkin sebagian besar masyarakat Banyuwnagi juga berpikir sama), dan di anggap sebagai “alat pembunuh” yang aman karena tidak meninggalkan jejak.

Catatan kecil ini bukan pembelaan atas keberadaan santet di Banyuwangi, tapi merupakan sebuah pembenaran pelurusan makna yang selama ini mempunyai streotipe buruk di kalangan masyarakat umum. Umumnya, masyarakat Jawa membagi ilmu kanuragan menjadi dua bagian yaitu ilmu hitam dan ilmu putih. Ilmu hitam tentu saja ilmu yang mencelakakan manusia, dan sebagai penyeimbangnya tentu saja ilmu putih yang menetralisir keberadaan ilmu hitam. Hal ini berbeda dengan Suku Using Banyuwangi, Mereka tidak hanya mengenal 2 tapi ada 4 ilmu kebatinan yaitu (1) Ilmu hitam : ilmu yang berefek negative ,mencelakakan orang dan membunuh orang (2) Ilmu merah : ilmu yang dimanfaatkan menarik lawan jenis , dan lebih berkompeten pada seksual. (3) Ilmu kuning : ilmu untuk kewibawaan menghadapi bawahan atau masyarakat umum.(4) Ilmu Putih: Ilmu yang menangkal ketiga ilmu tersebut. Nah……santet, khususnya Jaran Goyang masuk kedalam ilmu yang ke tiga yaitu ilmu yang lebih menjurus ke arah seksual, ilmu pengasihan atau dalam ajaran Islam dikenal dengan ajaran Mahabbah.

Intinya, santet bukanlah ilmu hitam atau ilmu tenung yang digunakan untuk membunuh orang.

Santet merupakan salah satu “ jalan keluar ‘ untuk menyelesaikan masalah , saat penyelesaian secara formal tidak bisa dilakukan. Santet merupakan salah satu bagian ilmu kebatinan yang dipercaya masyarakat Using. Stigma masyarakat pasti memasukkan santet pada ilmu hitam. Padahal santet merupakan bagian dari ilmu merah , yang lebih mengacu pada pemanfaatan untuk menarik lawan jenis. Tapi streotipe santet sudah terlanjur buruk dalam paradigma masyarakat. Apalagi diperkuat dengan isu inja dan santet yang terjadi di wilayah basis NU Jawa Timur terutama di Banyuwangi tahun 1996.

Santet merupakan akronim dari mesisan banthet (sekalian rusak) dan mesisan ganthet (sekalian bergabung). Santet dalam perspektif “sekalian rusak” , saat memisahkan dua pasangan yang saling mencintai. Sedangkan santet dalam perspektif “sekalian bergabung “, saat menyatukan dua orang yang tidak saling mencintai. Seperti masyarakat jawa pada umumnya, dalam hal perjodohan masyarakat Using lebih baik mendapatkan jodoh yang masih berkerabat. Masing-masing anak akan dijodohkan. Santet prespketif “sekalian rusk” akan dilakukan jika salah satu anak telah mempunyai kekeasih, dan perspektif “sekalian bergabung” adalah untuk menyatukan kedua anak yang telah dijodohkan. Dari sebuah tradisi keluarga inilah kemudian, budaya santet berkembang di lingkungan masyarakat umum.

Terkait dengan nama Jaran Goyang yang dikenal sebagi salah satu nama ilmu santet tidak ada keterangan resmi. Namun ada dua alasan mengapa dinamakan Jaran Goyang. (1) Jaran Goyang adalah salah satu nama pasukan perempuan yang dipimpin oleh Sayu Wiwit dalam peperangan Puputan Bayu pada ahun 1771. Dan nama Jaran goyang diambil, karena kebanyakan “korban” santet Jaran goyang adalah perempuan. Walaupun tidak menutup kemungkinan, laki-laki juga bisa menjadi “korban”-nya. (2) Nama Jaran Goyang diambil, karena “korban” Santet Jaran goyang biasanya berperilakuan seperti kuda dalam masa birahi. Melakukan hal yang terkadang tidak masuk akal dan cenderung “berani” terutama menghadapi lawan jenisnya. Bahkan, tak jarang sang “korban” mendatangi “pelaku” untuk menyatakan cintanya.
Penerapan santet Jaran Goyang, biasanya mengggunakan media seperti photo, rambut, tanggal lahir, ataupun potongan kuku dan biasanya dilakukan oleh pihak ketiga. Padahal, santet Jaran Goyang akan lebih kuat jika di lakoni sendiri. Tapi perubahan jaman, seperti tidak sabarnya pelaku untuk melakukan beberapa ritual, maka menyerahkan semuanya pada pihak ketiga, yaitu dikenal dengan dukun santet. Menurut salah satu dukun santet (yang pernah ditemui penulis), media-media yang ada sebenarnya hanya digunakan sebagai sugesti agar ilmu pengasihan jatuh pada orang yang tepat. Namun ada beberapa waktu yang tepat untuk merapalkan mantra, seperti diatas jam 12 malam. Karena pada saat itu , tubuh manusia dalam keadaan “kosong”. Sehingga mudah di “masuki:

Beberapa mantra yang mengatasnamakan “santet jaran goyang” di masyarakat Using cukup banyak. Hal ini sesuai dengankepercayaan masyarakat pada teks mantra santet jaran goyang yang berbeda-beda. Sugestilah yang memperkuat efek santet Jaran Goyang. Salah satu mantra yang didapatkan oleh penulis adalah

Sun matek aji-ajiku si jaran goyang
Tak goyang ring tengahe latar
Pet sabetake lemah bongkah
Pet sabetake segoro asat
Pet sabetake gunung gugur
Pet sabetake si jabang bayine………………(sebut nama)
Cep sido cep Sido edan
Yen dudu aku sing nambani
Kersaning allah ta’ala
Lailahaillah……
(ada satu baris yang sengaja tidak ditulis)

Mantra di atas, di dapatkan penulis di wilayah desa Kemiren. Saat memberitahukannya, sang dukun melarang untuk direkam atau ditulis. Alasannya jika Dukun tersebut membacakannya selama 3 kali, dan penulis langsung hapal, maka mantra tersebut “cocok” dengan penulis. (alasan yang sebenarnya tidak masuk secara logika, tapi kenyataannya pada bacaan ke dua penulis sudah hapal di luar kepala). Tinggal merapalkannya tiap malam dengan memfokuskan diri pada satu orang. Hanya dalam hitungan hari, seperti ada sebuah jalan yang akan menyatukan dua hati.
Efek dari santet Jaran goyang bermacam-macam, 3 hari, 7 hari atau bahkan sampai 40 hari atau seumur hidup. Namun dengan catatan harus terus diperbaharui dalam waktu-waktu tertentu.

Ada beberapa cirri-ciri orang yang terkena santet Jaran Goyang, salah satunya adalah perubahan perasaan dan perilaku secara drastis. Mengekspresikan diri scara berlebihan seperti menangis, tertawa atau bahkan melamun tanpa alasan yang tidak jelas. Pandangan sedikit kosong dan sedikit tidak nyambung kalau di ajak berbicara serius (bahasa using : lengek). Jika efek Jaran goyang ringan, maka sang korban bisa merasakannya sendiri secara langsung bisa menangkalnya seorang sendiri. Konon, salah satu caranya adalah bercermin pada air sambil mencaci maki nama orang yang diperkirakan mengirim ilmu santet padanya. Namun jika efek yang di timbulkan Santet Jaran Goyang sudajh cukup kuat, sebaiknya meminta bantuan pihak ketiga yaitu dukun santet. Disinilah, ilmu putih yang dimilki oleh suku Using yang akan di fungsikan. Ada catatan penting, yaitu santet jaran Goyang akan sulit di terapkan jika antara korban dan pelaku di pisahkan oleh lautan.

Santet bisa diumpamakan sebuah pisau , terserah siapa yang menggunakan. Pisau akan berfungsi baik jika berada di tangan juru masak. Dan menjadi alat berbahaya jika digunakan oleh seorang pembunuh. Termasuk juga ilmu santet. Ada mudharat dan manfaatnya juga. Tergantung siapa yang “merapalkannya”.
Ingin mencobanya????? Silahkan tapi anda juga harus siap menerima efeknya walaupun anda adalah pelakunya. Percaya dengan hukum karma!

(sengaja memasukkanya di bagian seni dan budaya. Karena apapun pandangan masyarakat tentang Santet Jaran goyang, tetap merupakan hasil cipta, rasa, dan karya masyarakat Using Banyuwangi)

http://sejarahbanyuwangi.com/


Welcome to my blog..

salam hangat tuk para pembaca budiman. semoga tulisan yang saya tuangkan di dalam blog saya ini, dapat bermanfaat tuk kita semua. terima kasih

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.